CSR Programs
Program yang lahir dari kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami.
Lingkungan
Pengelolaan Sampah Terpadu
Sejak April 2023, Taman Safari Bogor mengoperasikan fasilitas Integrated Waste Management (IWM) bersama Greenprosa. Setiap hari, 4–5 truk sampah dari restoran, hotel, dan area taman dipilah, lalu sampah organiknya diurai oleh larva Black Soldier Fly menjadi pakan ternak dan pupuk. Di Taman Safari Bali, kotoran gajah diolah menjadi Safari Poo Paper, kertas daur ulang untuk amplop, buku, dan catatan. Fasilitas ini kini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan PHRI yang ingin menerapkan pengelolaan sampah serupa.
Pendidikan
Edukasi Konservasi untuk Pelajar
Melalui Safari Goes to School, tim edukasi Taman Safari Bogor mendatangi sekolah, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, dan telah menjangkau ribuan siswa di puluhan sekolah. Pada libur sekolah Juni 2025, kami juga mengajak 517 siswa dari enam sekolah di Cibeureum mengikuti wisata edukasi gratis di Taman Safari Bogor. Di Jawa Timur, program edukasi konservasi Taman Safari Prigen melibatkan lebih dari 500 pelajar setempat setiap tahun.
Kesehatan & Kesejahteraan
Berbagi dengan Warga Sekitar
Setiap tahun menjelang Iduladha, Taman Safari Bogor menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat sekitar. Pada Iduladha 2025, kami menyerahkan 1 ekor sapi dan 41 ekor kambing/domba, yang dibagikan merata ke 41 musala di sekitar kawasan taman. Pada Januari 2025, Beach Safari Batang menyalurkan sembako bagi warga terdampak banjir dan longsor di Petungkriyono, Pekalongan. Di Bali, Taman Safari Bali bekerja sama dengan Bali Life Foundation untuk mendukung anak-anak yang diasuh yayasan tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat
Desa Wisata Jatiarjo
Taman Safari Prigen mendampingi Desa Jatiarjo, Prigen, hingga masuk 300 besar desa wisata Indonesia versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2024. Kami menjadi jembatan komunikasi desa dengan kementerian, menjalankan promosi bersama dan paket wisata terpadu, serta membuka kesempatan bagi warga untuk memasok pakan satwa ke taman. Sekitar separuh karyawan Taman Safari Prigen berasal dari Jatiarjo, dan kami juga membantu membentuk tim tanggap kebakaran di kaki Gunung Arjuna.